Dampak Buruk Jika Kamu Terlalu Sering Mencuci Wajah

Dampak Buruk Jika Kamu Terlalu Sering Mencuci Wajah

 

Membersihkan wajah memang menjadi kegiatan yang penting di dalam rutinitas skincare. Dengan memiliki kulit wajah yang bersih, produk Pratista skincare berikutnya yang akan di pakai bisa meresap dengan baik pada kulit dan kamu pun akan terhindar dari berbagai macam masalah pada kulit seperti komedo dan jerawat.

Meskipun begitu, hati-hati dalam membersihkan wajah karena hal ini bisa menyebabkan over-cleansing. Biasanya membersihkan wajah hanya di lakukan 2x dalam sehari, di pagi hari sebelum beraktivitas dan di malam hari sebelum tidur.

Jika terlalu sering mencuci wajah akan ada banyak dampak buruk yang terjadi di bandingkan dengan dampak baiknya. Nah, berikut ini beberapa masalah pada kulit yang bisa saja kamu alami jika terlalu sering mencuci wajah.

 

Terjadinya Perubahan pH Pada Kulit

pH kulit memang memiliki peranan yang penting untuk kesehatan kulit. Umumnya, kulit yang sehat memiliki pH antara 4.2 sampai 5.5. Dengan memiliki pH yang sehat kulit jadi bisa terlindungi dari bakteri dan virus, serta bisa membuat kulit menjaga hidrasinya.

Nah, mencuci wajah menjadi salah satu kegiatan yang bisa merubah pH kulit. Hal ini terjadi karena tingginya pH air dan sabun wajah yang umumnya berada di atas angka 7. Pastikan kamu jangan terlalu sering mencuci wajah dan pastikan kamu memilih pembersih dengan pH yang rendah.

Kulit Akan Mengalami Iritasi

Segala jenis perawatan yang di lakukan pada kulit memang bisa menyebabkan kulit mengalami iritasi. Begitu pula dengan terlalu sering mencuci wajah, sabun wajah memiliki fungsi untuk meluruhkan minyak pada kulit, hal ini di butuhkan supaya minyak tidak menghalangi skincare yang akan kamu pakai.

Akan tetapi, jika di lakukan secara berlebihan akan menyebabkan kulit kehilangan minyak alaminya. Produk skincare yang seharusnya tidak menyerap pada kulit seperti sunscreen bisa terserap pada kulit, akibatnya kulit akan mengalami reaksi alergi berupa iritasi atau ruam.

 

 

Kulit Akan Kehilangan Kemampuan untuk Tetap Terhidrasi

Apapun jenis kulit yang di milikinya, lapisan kulit terluar tetaplah bersifat oil based. Lapisan ini bermanfaat untuk mengunci kelembaban kulit, dengan memiliki kadar hidrasi dan sebum yang seimbang akan membuat kulit terlihat lebih sehat.

Jika kamu sering merasa kulit jadi tertarik sehabis mencuci wajah, hal ini bisa menjadi tanda kalau lipid barrier kamu sudah mengalami kerusakan. Minyak alaminya pun akan terangkat karena kamu terlalu sering mencuci wajah, dengan minimnya minyak alami pada kulit tentunya akan membuat kulit mudah dehidrasi.

Pastikan untuk menggunakan pembersih wajah Pratista yang lembut dan tidak menyebabkan kulit terasa tertarik setelah di bersihkan. Dan pastikan jangan terlalu sering mencuci wajah ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *